Resepsi Pernikahan : Part 1 R & R

Resepsi Pernikahan : Part 1 R & R
Resepsi Pernikahan : Part 1 R & R | nilawilda.com

Tepatnya pada tanggal 18 September 2016, aku mendapatkan undangan pernikahan dari senior Plat-M. Resepsi pernikahan pertama yang aku hadiri di daerah Bangkalan. Kali ini resepsi pernikahan Mbak Riska dan Mas Raden, entah senior yang mana lagi, yang akan membagikan undangan di bulan depan atau tahun depannya lagi. Baiklah aku tunggu undangannya para Mbak dan Mas Plat-M, mumpung masih di Madura, hehehe. 🙂

Kali ini, aku pergi ke Bangkalan seorang diri. Entahlah, yang lain sibuk dengan pekerjaannya. Mungkin hanya aku yang tidak memiliki pekerjaan dihari minggu. Karena aku sudah terlanjur berjanjii untuk hadir, akhirnya aku bertekat untuk hadir walaupun sendirian.

Kali ini aku berangkat sendirian menggunakan motor, iya untuk menguji nyali sebenarnya, hehehe. Hari itu cuaca benar-benar tidak mendukung, aku kehujanan di daerah Sampang dan Blega Bangkalan. Benar-benar menyebalkan hari itu, tapi aku tetap melaju dalam hujan yang tidak terlalu besar, dan apesnya aku gak bawa mantel hujan.

Selesai sudah penderitaanku ketika sampai di tangkel, karena yang kurindukan di Bangkalan ada di daerah tangkel, hehe. Yaps, Nasi Bebek, abis kehujanan makan Nasi bebek hangat-hangat, benar-benar nikmat. Hari itu benar-benar ramai pengunjung, aku celingak-celinguk mencari tempat duduk untuk makan, akhirnya dengan susah payah menahan malu aku dapat tempat duduk juga dan yang pasti, aku memesan makan pun dengan gugup. Ini aneh, biasanya ada teman dari Pamekasan, tapi sekarang benar-benar sendiri, hehehe.

Tempat makan ini, berada di pinggir jalan. Warung yang berada diselatan jalan dan sebelah barat, timurnya pos Polisi. Itu benar-benar seperti di pojokan jalan saat ingin menuju jembatan Suramadu. Nasi bebek disini benar-benar Enak, mangkanya aku selalu rindu tempat ini, hehehe. Tempatnya sederhana, itu seperti warung kumuh tapi makanannya benar-benar enak.

Aku memesan satu porsi nasi Bebek dan teh hangat, akibat kehujanan jadi butuh sesuatu yang hangat. Nasi disni penyediaanya sederhana, dalam satu piring itu terdapat nasi, bebek dan sambel mangga. Bumbu bebeknya asin kalau dimakan bumbunya saja, akan tetapi kalau dimakan dengan bebeknya dan nasi yang pasti, rasanya benar-benar pas, dan gak keasinan lagi. Nasinya benar-benar banyak, bukan porsi makan untuk wanita diet dan porsiku makan saat di Pamekasan mungkin separus dari porsi di warung ini. Akan tetapi Nasinya begitu lembut ditambah lagi bumbu bebeknya pas dengan nasinya, serta sambal mangga yang pedas dan kecut menambah kenikmatan saat makan. Rasanya benar-benar sempurna. Apa lagi ditambah minumannya, teh hangat, tapi sebenarnya gak hangat sih malah panas yang ada, jadi saat minumm langsung kaget karena kepanasan teh, hehehe.

Ok, lanjutkan perjalanan. Kali ini, aku benar-benar banyak berhenti dijalan sekerdar melihat google map, untuk mencapai markas Plat-M, maklum aku gak hafal jalan di Bangkalan walau berulang kali datang ke daerah ini. Aku whatsapp Mbak Riska untuk bertanya, ada siapa saja di markas, ternyata hanya ada Mas Firdaus. Untungnya ada orang, coba gak ada pasti sendirian betul di markas.

Sesampainya di markas, aku lihat bena-benar sepi tetapi pintu markas dibuka. Langsung aja aku coba ngucapin salam. Akhirnya Mas Firdaus keluar juga, dan perbincangan pun dimulai. Banyak sekali yang kami bincangkan, mulai dari motor, blog, event, kuliah bahkan startup. Pokonya banyak sekali, akhirnya kami berhenti berbincang karena harus shalat Ashar. Sebelum berangkat berwudu’ aku dapat telfon dari Mbak Erna, dan ternyata rencana berubah. Untuk para srikandi Plat-M akan menginap di penginapan PKPN Bangkalan, jadi Mbak Erna mengajakku kesana dan menyuruh Mas Firdaus mengantarku kesana.

Akhirnya setelah maghrib, Mas Firdaus mengantarku ke penginapan, untuk menemui Mbak Erna dan Mbak Lisa. Ini kali pertama aku berbincang secara nyata di dunia nyata pula, hehehe. Awalnya aku malu untuk ngobrol bareng mereka, tapi ternyata mbak-mbak itu asik juga. Aku malah salah sangka duluan, aku pikir aku gak akan se akrab itu dengan mereka, ternyata banyak ilmu yang mereka bagikan, terutama makeup. Ternyata aku benar-benar gak tahu banyak tentang wanita, hehehe.

Saat kami hampir selesai bersiap-siap untuk resepsi pernikahan, ada yang mengetok pintu. Aku pikir siapa, eh ternyata mas pacaranya Mbak Lisa yaitu Mas Wahyu. Karena belum selesai maka Mas Wahyu nuggu diluar deh. Setelah kami selesai baru membuka pintu dan mempersilahkan Mas Wahyu masuk. Sekarang giliran Mas Wahyu yang didandani dengan Mbak Lisa. Saat aku melihat itu, aku berfikir “mereka cocok, semoga cepat menyusul Mbak Riska dan Mas Raden untuk akad nikah juga, aamiin”. Aku tersenyum dalam do’aku tanpa mereka tahu, hehehe.

Smiley face

Resepsi Pernikahan : Part 1 R & R | nilawilda.com

Akhirnya kami semua siap pergi menghadiri resepsi pernikahan. Tiba-tiba aku kenak gojlokan lagi dari Mbak Erna.

“akhirnya Nila bakalan ketemu sama Itsnain”, Mbak Erna
“gila, masih inget aja”, aku jawab dalam diam
“Lah, Nila sama Itsnain? Siapa itu Mbak Er? “, Mbak Lisa
”bukan siapa-siapa Mbak, itu cuma anak-anak Plat-M gojlokin aku di grub WA”, jawabku
“cie, Nila”, Mbak Lisa

Pada akhirnya Mbak Lisa gojlokin aku juga, dan aku benar-benar malu lagi ke Mas Itsnain. Benar-benar malu, sampai saat Mas Itsnain ke tempat penginapan kami bersama Mas Zam, aku gak nyapa dia. Duh, aku malu banget yang mau menyapa Mas itu. Maaf ya Mas Itsnain, bukannya gak mau menyapa, tapi aku kebiasaan kalau di gojlokin sama orang. Malau yang mau menyapa orang itu. Abisnya takut di gojlokin terus. Maaf hanya bisa minta maaf dari tulisan ini, hehehe.

Akhirnya kami semua berangkat ke tempat resepsi, ternyata Masa Raden dan Mbak Riska sudah sampai di gedung PKPN, jadi kami nuggu mempelai berdua masuk gedung duluan. Saat kami samapai di dalam, aku benar-benar terkejut. Aku baru tahu acara resepsi pernikan yang model begini. Kayak ada pengajian, bangkunga di jejer menghadap satu arah, dan full dengan para undangan. Hanya sisa bangku belakang yang agak kosong. Akhirnya kami anggota Plat-M duduk disitu dan itu benar-benar dibelakang.

Aku akhirnya memilih duduk dekat jendela, biar bisa bernafas. Acara untuk anggota Plat-M sudah dimulai, saat kamera ponsel berbunyi “cekrek”, hehehehe. Sepertinya malam itu, kami asik berfoto ria. Tunggu dulu, sepertinya ada yang ketinggalan untuk aku ceritakan. Em, undangannya bapak Kapolres Bangkalan dan wakilnya juga hadir loh. Maklum aggota Netizen Jatim, benar-benar seperti pernikahan pejaba tinggi.

Ok lanjut lagi. Entahlah, aku gak ngerti adat mereka. Tiba-tiba pada acara itu mempelai berdua berjalan ke arah undangan dan kembali lagi ke kuade menurutku sih gitu. Tetapi tiba-tiba, saat aku sibuk update foto di sosmed, pengantinnya gak ada didepan, dan nasi pun datanga. Lupa kalau pengantin gak ada didepan aku sibuk makan sih. Setelah makan selesai,, para tamu yang lain beranjak dari tempat duduk mereka, aku pun kaget. “Lah acaranya sudah berakhir”, aku berkata dalam diam. Benar0benar sepertinya tidak sampai 30 menit aku duduk di gedung PKPN.

Tapi tiba-tiba ada pengumuman bahwa kami anggota Plat-M sebagai teman dari mempelai berdua, untuk jangan pulang dulu. Karena ada acara foto bersama mempelai. Akhirnya kami menuggu sang Raja dan Ratu sehari itu muncul. Akhirnya sekian lama menunggu, mempelainya datang. Antri juga ternyata untuk foto dengan mereka berdua, dan pada akhirnya foto gokil yang muncul, hehehe. Namanya juga teman, pada akhirnya foto dengan gaya bebas bersama mempelai berdua, dasar anak muda, hehehehe.

Resepsi Pernikahan : Part 1 R & R
Resepsi Pernikahan : Part 1 R & R | nilawilda.com

Baiklah acaranya sudah selesai. Akhirnya kami semua meninggalkan gedung PKPN dan para srikandi kembali ke kamar.

2 thoughts on “Resepsi Pernikahan : Part 1 R & R

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *