Keripik Teri, Kuliner Olahan Laut Indonesia

Indonesia memang kaya akan sumber daya alamnya, entah itu dari perairan, perhutanan, pertanian dan yang lainnya. Indonesia memiliki itu semua, “bukankah Indonesia kaya akan itu semua?”. Jelas Indonesia kaya, apa lagi yang harus kita pikirkan, selain kebutuhan sehari-hari bisa terpenuhi dengan mudah dan juga gizi yang baik akan diperoleh dari sumber daya alam tersebut. Hanya saja, yang harus dipikirkan, “bagaimana cara mengelolah semuanya?”.
***

Pada masa penjajahan Belanda wilayah laut Indonesia ditetapkan 3 mil atau 4,827 km, dihitung saat laut Indonesia surut. Dengan ditetapkan seperti itu, maka Indonesia memiliki laut lepas yang bisa membuat kapal asing berlalu lalang dengan liar dan mengambil sumber daya laut dengan mudah. Hal itu sangat merugikan, sehingga muncul suatu gagasan untuk perluasan wilayah perairan Negara Indonesia. Kemudian pada tanggal 13 Desember 1957, dicetuskanlah Deklarasi Djuanda, yang isinya sebagai berikut:

  1. Laut dan perairan di antara pulau-puau menjadi pemersatu karena menghubungkan pulau yang satu dengan yang lainnya.
  2. Penarikan garis lurus pada titik terluar dari pulau terluar untuk menentukan wilayah perairan Indonesia.
  3. Batas-batas wilayah Indonesoa diukur sejauh 12 mili dari garis dasar pantai pulau terluar.

Kemudian konsep ini, diperkuat dengan UU No.4 tahun1960. Dengan berbagai updaya dan perjuangan tentang perairan wilayah Indonesia, maka pada tahun 1980, Deklarasi Djuanda mendapat pengakuan Internasional di Jamaika. Pada saat konversi hukum laut, keberadaan wilayah perairan Indonesia diakui. Wilayah perairan Indonesia yang meliputi perairan Nusantara, luas wilayah, dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), yang diperkuat oleh UU perairan No. 6 Tahun 1996, tentang perairan Indonesia.

Foto: Kepulauan Raja Ampat - www.cakrawalatour.com
Foto: Kepulauan Raja Ampat – www.cakrawalatour.com

Selain perairan Indonesia yang sangat luas, Indonesia memiliki habitat terumbu karang dengan tingkat keanekaragaman hayati tertinggi di dunia. Luas terumbu karang Indonesia mencapai 70 ribu km persegi (P2O LIPI, 2009) atau sekitar 14% dari luas karang dunia (Tomascik et. al, 1997). Dari 132 jenis ikan yang bernilai ekonomi di Indonesia, 32 jenis di antaranya hidup di terumbu karang serta terumbu karang yang sehat dapat menghasilkan 3-10 ton ikan per kilometer persegi per tahun.

Dengan begitu Indonesia benar-benar kaya dengan sumber daya lautnya. Dengan memanfaatkan kekayaan laut Indonesia, kita bisa mengekspor berbagai hasil laut ke berbagai negara. Seperti lobster, kepiting, dan masih banayak lagi yang bisa kita ekspor ke berbagai negara. Sekarang kita jelajahi Nusantara, untuk mencari sesuatu yang belum di ekspor keluar negri, sehingga menjadikan sumber daya laut ini berharga fantastis, memiliki gizi yang baik dan sehat. Bagaimana jika kita ekspor ikan teri?, pasti jawabanya. Itu kan ikannya kecil, mana bisa diekspor, Hehehe 🙂 .

Foto: Ikan Teri Jerngik - persadainternasa.com
Foto: Ikan Teri Jengki – persadainternasa.com

Eits, jangan salah. Kecil-kecil gitu banyak manfaatnya buat tubuh loh. Kalau gak percaya aku ceritain deh gizi yang terkandung dalam ikan seimut itu. Apa boleh buat ketika ikan yang sering kita temui di seluruh perairan Indonesia, ternyata memiliki gizi yang sangat bagus untuk tubuh kita. Ikan teri kering mengandung energi sebesar 170 kilo kalori, protein 33,4 gram, karbohidrat 0 gram, lemak 3 gram, kalsium 1200 mili gram, fosfor 1500 mili gram, dan zat besi 4 mili gram.Selain itu di dalam Ikan Teri juga terkandung vitamin A sebanyak 210 IU, vitamin B1 0,15 mili gram dan vitamin C 0 mili gram.  Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram ikan teri, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 100 %.

Selain memiliki kandungan gizi yang banyak, ternyata beberapa gizi yang ada dalam ikan teri sangat bermanfaat untuk tubuh, seperti kalsium yang mencegah dari pengeroposan tulang atau osteoporosis. Serta flour, yang terdapat pada ikan teri juga tak kalah hebat manfaatnya. Flour merupakan elemen penting dalam mencegah karies atau lubang pada gigi. Sehingga mineral pada gigi tidak akan mudah larut dan karies lebih sulit terjadi.

Eits, satu lagi hampir lupa. Ternyata ada salah satu tempat di Indonesia yang menghasilkan teri terbanyak loh atau sentra ikan teri. Daerah itu Bandar Lampung. Menurut salah satu sumber,  wali kota Bandar Lampung mengatakan, produksi komoditas perikanan di Lampung masih didominasi oleh udang, baik itu hasil budidaya atau pun hasil tangkapan nelayan. Bahkan Lampung juga terkenal sebagai penghasil ikan teri, yang pasti ikan teri ini banyak sekali jenisnya, ada teri nasi, teri jengki, teri nilon dan teri yang lainnya.

teri_nasi_original teri_jengki_balado
Foto : Keripik Teri -kelolaniaga.com

Setelah aku tahu berbagai macam ikan teri dan gizi yang ada pada ikan teri, aku semakin semangat untuk membuat ikan teri ini menjadi raja keripik. Bagaimana tidak, biasanya orang Indonesia terutama di tempatku lahir. Ikan ini sangat populer, dan biasanya dimasak menjadi sambel teri dan pastinya hanya sebagai lauk untuk nasi. Olahan ikan teri tidak praktis, jika kita ingin mengemil ikan teri. Untuk itulah aku iseng-iseng mencari olahan keripik ikan teri, ternyata sudah ada yang meproduksinya. Dengan kehadiran keripik ikan teri, maka menambah sederetan keripik ikan di Indonesia. Selain ikan teri enak untuk cemilan, ikann teri juga bergizi.

 Keripik Teri
Foto: Keripik Teri – minakita.wordpress.com

Keripik ikan teri dengan beraneka ragam dan beraneka rasa, bisa membuat keripik ikan teri menjadi kuliner yang mendunia, bukan hanya populer untuk kalangan ekonomi menengah ke bawah, akan tetapi juga populer dikalangan ekonomi menengah ke atas. Sehingga ekspor barang yang hanya bahan mentah bisa sedikit berkurang. Dengan adanya keripik teri, sebagai kuliner olahan laut. Serta kemasan dan rasa yang berbeda serta memiliki gizi yang tinggi. Sehingga keripik ikan teri bisa menjadi salah satu makanan ekspor unggulan di Indonesia.

ikan-teri
Foto: Keripik Ikan Teri – bukalapak.com

Hmm, ternyata si kecil ini sudah banyak rasanya. Sepertinya para penikmat ikan teri bakan menyerbu nih. Tapi itu wajib beli, karena kalau bukan kita yang membuat produk lokal berjaya, siapa lagi coba?. Hmm, mungkin sekian dulu cerita kecilku tentang si imut dan bergizi besar, hehehe 🙂 . Lakukan apapun untuk negara kita, baik dari bagaimana rakyat hidup dan gizi yang baik untuk mereka, agar negara kita memiliki rakyat yang sehat dan cerdas, karena gizi yang baik untuk tubuh mereka. Salam hangat dariku. 🙂

log

 Sumber :

https://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20100328020811AAastx9

http://genggaminternet.com/perkembangan-wilayah-teritorial-laut-di-indonesia/

http://www.greenpeace.org/seasia/id/blog/5-fakta-penting-dan-luar-biasa-yang-perlu-kam/blog/49142/

http://www.organisasi.org/1970/01/isi-kandungan-gizi-ikan-teri-komposisi-nutrisi-bahan-makanan.html

 

9 thoughts on “Keripik Teri, Kuliner Olahan Laut Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *