Menduniakan Madura: Blogger Nusantara Keliling Madura Loh!

Setelah pembukaan acara di kantor BPWS, akhirnya kami keliling Madura. Jadi setelah kami menyeberangi jembatan terpanjang di Indonesia yaitu Suramadu, diajaklah kami mengunjungiย rest area. Rest area ini adalah salah satu dari proyek KKJSM yang akan dibangun oleh BPWS di Kecamatan Labang, Bangkalan, untuk tahap awal BPWS membuat jalan akses masuk untuk masuk ke rest area terlebih dahulu.

Menduniakan Madura
Kawasan Kaki Jembatan Sisi Madura (KKJSM) – Foto: nilawilda.com

Nanatinya di tempat ini, akan digunakan untuk para pedagang berjualan, sehingga tidak ada lagi pedagang yang terlihat di sekitar jalan raya. Tentunya rest area ini legal untuk berdagang, mengingat tempat ini luasnya 600 hektar, jadi akan lebih banyak lagi yang dibangun di tempat ini, seperti yang aku bahas di cerita sebelumnya tentang KKJSM.

Setelah kita mendapatkan penjelasan dari pihak BPWS tentang rest area yang kita kunjungi. Maka selanjutnya akan melanjutkan perjalanan menuju tempat kedua yaitu dimana KKM berada.

Sekarang kita akan melihat KKM yang sudah dipersiapkan oleh pihak BPWS. Nah, KKM ini berada di Kecamatan Klampis, Bangkalan. Jadi nantinya ditempat ini akan dibangun kawasan industri dan pergudangan pendukung pengembangan peti kemas di Tanjung Bulu Pandan. Setelah sampai di tempat KKM, Mas Vicky menggantikan BPWS untuk menjelaskanapa dan bagaimana KKM akan dibangun oleh BPWS.

Menduniakan Madura
Kawasan Khusus Madura (KKM) – Foto: nilawilda.com

Ok sebelum kita melanjutkan perjalanan keliling Madura, ada berita penting nih. ๐Ÿ™‚

*****
Sebenarnya bukan hanya KKJSM dan KKM yang akan dilakukan oleh BPWS, akan tetapi masih ada beberapa hal yang akan dilakukan oleh BPWS untuk Madura. Jadi selain KKJSM dan KKM yang ada dalam program BPWS, ada juga Pembangunan Infrastruktur, Pariwisata, dan Peningkatan SDM. Jadi pada acara #MenduniakanMadura oleh Plat-M dan BPWS yang mengundang blogger se-Indonesia hanya untuk mempromosikan Pariwisata di Madura, bukan hanya mengenalkan KKJSM dan KKM saja, akan tetapi semua yang berhubungan dengan Madura.

*****

Baiklah kita lanjutkan perjalanan guys!

Setelah dari KKM, kita akan melanjutkan perjalan ke Hutan Kera Nepa dan Pantai Nepa di Kabupaten Sampang. Akhirnya aku bisa ketempat ini, kalau dulu hanya penasaran saja sih. ๐Ÿ™‚

Setelah kami sampai dan menurunkan barang yang kita bawa, check in ke penginapan dan sholat ashar pastinya. Baru deh kita berangkat ke Hutan Kera Nepa. Sayangnya aku gak ikut ke Hutan Kera Nepa, hikhikhik. Ini gara-gara antrian panjang dan aku kelamaan mungkin sholatnya ya, hem. Alhasil aku menunggu di tepi pantai saja, sambil menunggu mereka kembali dari hutan.

Eitz jangan salah ya, aku juga gak terlalu sedih tuh walau sebenarnya sayang banget gak ikut ke hutan. Habis pantainya indah sih, jadi sedikit mengurangi kesedihan deh. Pantainya itu putih dan alami, masih tidak ada tangan-tangan jahil manusia yang tidak bertanggung jawab di pantai ini. Suasananya yang tenang, udara sejuk dan sulit signal, jadi cocok buat orang yang ingin menyendiri, hehehe. Becanda ding, hanya beberapa operator yang tidak ada signal kok.

Menduniakan Madura
Pantai Nepa, Sampang – Foto: nilawilda.com

Ok lanjut ya, setelah kita puas mengunjungi hutan dan bermain di pantai, waktunya kembali ke penginapan ya. Karena kita disini menginap maka malam harinya ada sarasehan bersama SKPD terkait dan warga. Setelah sarahsehan, para peserta ada yang bercanda, ngobrol, dan tidur. Karena mataku sudah tidak bisa berkompromi, jadi aku tidur saja deh, hehehe.

Pagi harinya, kami pergi ke pantai lagi untuk bermain dan mengakrabkan diri. Setelah semua kegiatan di pantai selesai kami siap-siap mandi dan berkemas untuk melanutkan perjalanan ke Air Terjun Toroan Sampang, tepatnya tanggal 23 November 2016.

Sesampainya di sana, kita hanya boleh foto-toto saja ya. Sebab di tempat ini tidak boleh berenang karena terdapat palung yang sangat dalam. Sudah ada beberapa korban yang meninggal juga di tempat ini, karena mereka nekat berenang ataupun terjatuh. Jadi hati-hati ya, tempatnya licin juga sih waktu itu. Walaupun gak bisa berenang di air terjun ini, kita masih bisa foto-foto karena tempatnya indah dan masih alami juga. Baiklah, jangan buang sampah sembarangan ya guys!.

Menduniakan Madura
Air Terjun Toroan, Sampang – Foto: nilawilda.com

Ok kita langsung cuss, ke Sumenep, ya kali ini Pamekasan dilewati dulu ya.

Akhirnya sampai juga di Sumenep dan kita mampir dulu nih ceritanya di Pelabuhan Pasongsongan sebelum ke Pelabuhan Dungkek. Jadi pas di Pelabuhan kita melihat nelayan dan penjual ikan di pelabuhan. (iyalah namanya juga pelabuhan pasti ada yang jual ikan, duh nila ini. Hahaha). Tapi pelabuhan ini dikelolah oleh Provinsi loh bukan Kabupaten dan menjadi yang terbesar di Madura.

Menduniakan Madura
Pelabuhan Pasongsongan, Sumenep – Foto: nilawilda.com

Selanjutnya kita menuju Pulau Giliyang, salah satu pulau di Sumenep. Jadi Giliyang ini, memiliki Oksigen terbaik kedua di dunia. Wih, kerenkan Madura!, jadi Oksigen di Giliyang bisa dirasakan pada dini hari setelah pukul 01:00 hingga sebelum subuh. Jalanan paving, homestay dan juga pengaliran air bersih di Giliyang di fasilitasi oleh BPWS. Kita bermalam di Giliyang, menikmati wisata di pulau ini. Tapi ceritanya dipostingan selanjutnya. (Kalau ingin tahu cerita selanjutnya, baca postingan tentang Giliyang ya! Hehehe)

Menduniakan Madura
Pantai Ropet, Pulau Giliyang, Sumenep – Foto: nilawilda.com

Tanggal 24 November 2016, kita kembali ke Pulau Madura. Setelah sampai ke Pelabuhan Dungkek, kita langsung menuju ke Saronggi, melihat Petani Rumput laut. Jadi Runput laut adalah Produk Unggulan Sumenep. Sampai di tempat ini, kita disuguhi pemandangan hijau alami, semacam padang savana dan ada hutan-hutan kecil, setelah melewati jalan setapak menyusuri hutan-hutan kecil, kita langsung disuguhi hamparan rumput laut yang sedang dijemur dan pantai ditempat itu.

Menduniakan Madura
Rumput Laut, Saronggi, Sumenep – Foto: nilawilda.com

Sedikit wawancara dengan petani disana, aku hanya menjadi pendengar yang baik saja. Jadi blogger yang dari luar Madura ceritanya mewawancarai petani, aku hanya mendengarkan apa yang mereka bicarakan, pastinya ada penerjemah antara yang bertanya dan yang menjawab. ๐Ÿ™‚

Oh iya, sebelum ke Saronggi kita mampir ke Bandara Trunojoyo, di Sumenep. Pasti masih banyak yang gak tahu kalau di Madura ada bandara. Hanya beberapa penjelasan dan tanya jawab saja di tempat ini, dan setelah itu kita melanjutkan perjalanan ke Saronggi. Baru deh setelah dari Saronggi kita menuju Pamekasan untuk melihat Desa Batik, tepatnya di Banyumas, Klampar, Pamekasan.

Menduniakan Madura
Bandar Udara Trunojoyo, Sumenep – Foto: nilawilda.com

Sampai di tempat ini, kitaย disambut oleh hujan, yang membuat suasana tak terlalu panas. Pastinya berbagai keseruhan terjadi lagi dan bahkan kami boleh belajar batik. Jadi ada Mas-mas kepo yang ingin belajar membatik nih, namanya Mas Edo dan Mas Ndop (Waktu itu aku masih gak tahu namanya sih, hehehehe ๐Ÿ™‚ ). Jadi alhasil mereka membatik untuk mengenang masa TK, hehehe. Ada juga Mbak Erna yang belajar membatik, kalau yang lain, ada yang wawancara keย  pada pembatik dan juga jeprat-jepret aja sih.

Menduniakan Madura
Menduniakan Madura – Foto: nilawilda.com

Setelah melihat pengrajin batik, kita melihat hasil batiknya yang sudah siap untuk dijual. Begitulah blogger, wawancara selalu dilakukan. Tetapi yang ditanya gak sadar kalau diwawancarai, karena blogger punya cara sendiri untuk mendapatkan fakta yang tersembunyi, hehehe.

Menduniakan Madura
Batik Tulis, Banyumas, Klampar, Pamekasan -Foto: nilawilda.com

Mumpung di Pamekasan, jadi kita mengunjungi salah satu blogger senior di Plat-M, mungkin yang lain pada kenal sama Mas Slamet, hanya aku saja sih yang baru tahu Mas Slamet, padahal aku ada di Pamekasan.

Menduniakan Madura
Kediaman Mas Slamet, Blogger Madura – Foto: Plat-M

Selanjutnya kita menuju ke Desa Kowalas, Kwanyar, Bangkalan. Sampai di sana, kita disambut kayak pejabat ngunjungi tempat itu. Beh serasa jadi orang penting, hehehe. Pas di Kwanyar kita disambut dengan ramah dan ada tariannya juga loh. Kita bermalam di sana, sarasehan bersama SKPD terkait dan juga warga. Jadi warga juga menyuguhi demo goreng krupuk khas Kwanyar yang digoreng menggunakan pasir.

Menduniakan Madura
Desa Wisata Kwanyar, Bangkalan – Foto: nilawilda.com

Setelah kita check out dari penginapan tepatnya pada tanggal 25 November 2016, kita menuju Tresna Art untuk membeli oleh-oleh khas Madura. Ini sih bukan hanya sekedar tempat oleh-oleh biasa, kita malah lebih asik berfoto dari pada belanja, serius tempatnya seru. Setiap jalan yang kita lewati di Tresna Art membuat kita berhenti sekedar mengambil gambar dan selfie.

Menduniakan Madura
Trena Art, Bangkalan – Foto: nilawilda.com

Setelah puas berfoto kita menuju Ole Olang Resto untuk penutupan acara dan makan siang bersama. Semuanya gratis, karena si pemilih resto yang ngundang kita buat makan di sana. Pokoknya pak Abi Ole Olang terbaik deh buat Plat-M, karena setiap kegiatan Plat-M pak Abi selalu menyumbang makanan, baik itu cemilan atau menu baru di tempatnya. Oh iya, yang menutup acara #MenduniakanMadura adalah Mas Wahyu, selaku sesepu Plat-M. ๐Ÿ™‚

Menduniakan Madura
Ole Olang Resto, Bangkalan – Foto: Plat-M

Oh, ada yang kelupaan ternyata. Kami waktu acara #MenduniakanMadura dikawal oleh Polisi loh, secara estafet juga. Jadi selama perjalanan keliling Madura dikawal gitu, kayak pejabat-pejabat gitu. Jadi waktu di daerah Bangkalan maka Patwal Bangkalan yang mengawal, setelah perbatasan Bangkalan, Patwal Sampang, sampai di Pamekasan juga Patwal Pamekasan yang ganti, tapi karena saat pemberangkatan tidak mampir ke Pamekasan, jadi dari Sampang langsung ke Sumenep, baru deh sampai di Sumenep, Patwal Sumenep yang ngawal kami. Pulangnya pun begitu dan pastinya kita mampir di Pamekasan, hehehe.

Menduniakan Madura
Patwal Kapolres Bangkalan – Foto: Plat-M

Ok, acara kita berakhir setelah sholat Jumโ€™at. Jadi yang dari Jakarta, Kalimantan Barat, Sumatera Utara, Lampung, Yogyakarta dan beberapa daerah di Jawa. Semuanya kembali ke daerah masing-masing. Jadi sampai jumpa di acara blogger yang lain ya. Aku jadi rindu kalian semua.

Itu cerita keseluruhan perjalan empat hari tiga malam yang aku ikuti bersama blogger se-Indonesia. Kalaupun ada pertemuan pasti akan ada perpisahan, untuk membuat kenangan itu tetap ada maka tulislah, biar sejarah menulismu dan kamu sebagian dari sejarah itu. Sampai jumpa lagi kawan di event berikutnya.

Tunggu cerita yang lebih rinci perjalanku dalam #MenduniakanMadura dipostingan selanjutanya. ๐Ÿ™‚

bersambung……

37 thoughts on “Menduniakan Madura: Blogger Nusantara Keliling Madura Loh!

  1. Wah kok bisa ya meringkas semua acara dalam 1 postingan! Hebaaat! Hahaha

    Aku tetap akan nulis sesuai pengalamanku di sana secara terperinci ah. Ga sanggup kalau nulis seperti ini hahaha.

    Akhirnyaaaa komen di blog wordpress! Sejak tadi jamaah blogspotiyah mendominasi (susah komen hahahah)

  2. paling excited pas di Gili Iyang ๐Ÿ˜€ entah kenapa kalau ke pulau-pulau kecil gitu hawanya beda. Tapi sayang aku kok nggak merasakan kelebihan oksigen itu, mungkin karena bangunnya kesiangan ya ๐Ÿ˜€ hahaha

  3. Pulau Madura segera bangkit dari masa suram, ditinggalkan warganya mengadu nasib di perantauan. Mungkin karena pesimis akan potensi alamnya atau hal lainnya. Semoga semakin baik dan maju, Pariwisata alam maupun kegiatan ekonomi masyarakatnya. Salam dari Ponorogo.

  4. aku juga rindu kalian semua. Wah. sebenere aku pengen juga angkat pelabuhan dungkeknya. tapi kayanya pasar di sana lagi riweh banget buat diwawancara. haha.
    Senang sekali bisa trip bersama kalian, apalagi dikawal di empat kabupaten. Baru kali ini trip dikawal. hehe.

    1. Wah Sayang sekali itu ya, gak bisa wawancara kan jadinya.
      Senang Banget Blogku dikunjungi blogger keren macam kamu mas ๐Ÿ™‚

  5. Nila, makasih untuk semuanya yaaa.. Plat-M memang kereeeeennn… Semoga #MenduniakanMadura ini bener2 bikin Madura makin dikenal di seluruh penjuru bumi. Pengin suatu saat balik ke Gili Iyang dan Gili2 yg lainnya lagi.

  6. Komplit plit plit ah tulisannya Nila ini. Begadang ngga pas nulisnya? Hahahaha. Seneng bisa kenal Nila dan temen2 lain. Acara MenduniakanMadura yang keren!

  7. Hi Nila… senang sekali menjadi rombongan Famtrip kemarin.
    Jago bener bisa ngeringkas jadi satu postingan….
    Btw aku pas di ole olang banyak nambah bebeknya hihi

Leave a Reply to virmansyah Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *