Kenjeran Park: Liburan Dadakan di Surabaya

Kenjeran Park: Liburan Dadakan di Surabaya | nilawilda – Bulan kemarin, tepatnya pada tanggal 31 Januari 2017. Aku kembali melangkahkan kakiku ke Surabaya, yaps kali ini bukan hanya sekedar keluyuran sih. Hari itu aku mengikuti acara kampus sebagai Asdos Pembimbing Kerja Praktek di Kampusku yaitu Universitas Islam Madura.

Kenjeran Park | Foto-nilawilda.com
Kenjeran Park | Foto-nilawilda.com

***********

Nah, Kali ini aku liburan gak bareng teman-teman saja, tetapi bersama dengan Mahasiswa dan Dosen di Kampusku dulu. Acara Studi Ekskursi, Fakultas Teknik UIM mengunjungi PENS (Politeknik Elektro Negri Surabaya).

Jadi ceritanya begini. Setelah acara studi Ekskursi selesai kita semua diajak ke KENPARK (Kenjeran Park). Awalnya aku pikir itu tempat yang dulu aku kunjungi saat Kerja Praktek di Surabaya, ternyata tempatnya berbeda dari dugaanku.

Kenjeran Park | Foto-nilawilda.com
Kenjeran Park | Foto-nilawilda.com

 

KenPark atau juga yang dikenal dengan Kenjeran Park merupakan sebuah kawasan wisata terpadu yang cukup luas, didalam wisata ini terdapat beraneka ragam wisata seperti arena kuda, waterpark, pemancingan, sirkuit balap gokart hingga sebuah rumah ibadah untuk yang beragama Budha atau yang sering dikenal dengan klenteng/wihara. Harga tiket untuk masuk ketempat ini 15.000/motor dua orang penumpang, ituhanya tiket masuknya saja. Untuk masuk wahana di tempat ini beda.

Kenjeran Park | Foto-nilawilda.com
Kenjeran Park | Foto-nilawilda.com

Saat memasuki tempat wisata, kita bakalan disuguhin dengan berbagai ornamen khas Cina bambu dan aroma dupa dipojok-pojok tempat wisata, jadi sesampainya ditempat parkir mobil yang akan kita rasakan, seakan-akan kita tidak berada di Surabaya, suasan yang sangat berbeda dari hiruk pikuk kota mitropolitan.

Tempat ini benar-benar membuat kita berada ditempat yang berbeda, hiasan-hiasan ditempat ini membuat kita seperti berada di Beijing, Tiongkok. Hiasan Naga yang berjejer dipagar-pagar tempat wisata, lampu lampion khas Cina tak lupa menjadi salah satu hiasan di tempat ini. Aroma dupa yang sangat menyengat hidung disemua tempat wisata ini benar-benar akan menghipnotis kita, untuk merasakan bahwa sedang tidak ada di Indonesia.

Saat pertama kali menelusuri tempat ini, aku tertarik dengan patung Dewa berwaja Empat, kalau tidak keliru namanya Dewa Brahma. Jadi patung yang menjulang sangat tinggi itu mungkin sekitar 10 kali tinggiku, benar-benar memiliki pesonanya sendiri. Dengan cat warna emas dan merah, walau lebih dominan warna emas.

Patung Dewa | Foto-nilawilda.com
Patung Dewa | Foto-nilawilda.com

Ada satu lagi yang aku kenal saat serial Krisna di televisi yaitu Ganesa. Yaps, patung ganesa juga berada di tempat ini, tidak jauh dari patung Dewa Brahma, terdapat patung Ganesa yang benar-benar memikat mata, dan jangan lupa aroma dupanya masih ada dan mungkin baru saja ada orang yang ibadah disini, karena dupa yang tertancap di depan patung ini masih tinggal separuh.

Patung Ganesa | Foto-nilawilda.com
Patung Ganesa | Foto-nilawilda.com

Selanjutnya kita menjari tempat lain setelah puas berforo didepan para Dewa 🙂 . Setelah kita jalan ke arah sebelum tempat Dewa ini, yang menarik perhatian adalah pagar yang ada patung naga dan juga pintu gerbang yang sangat tinggi sekali. Tahu kan apa yang kita lakukan setelah itu?, yaps, benar sekali. Foto-foto dulu sebelum masuk ke sana. Ternyata yang aku dapati adalah tempat makan, asesoris dan juga oleh-oleh untuk keluarga di rumah. Setelah berjalan cukup jauh, ternyata tidak ada yang aku temui selain tempat makan, alhasil aku dan para rekanku dari Kampus kembali ke titik awal yaitu pintu gerbang dan mencari tempat yang lain.

Kenjeran Park | Foto-nilawilda.com
Kenjeran Park | Foto-nilawilda.com

Selanjutnya kami pergi ke tempat ibadahnya orang Budha. Eitss, jangan salah aku orang Islam gak ikutan ibadah ya. Sekedar ingin melihat Dewi Kuan Im yang ada di cerita Kera Sakti itu. Jadi dari jarak jauh pun, kalian akan melihat patung Dewi ini, mangkanya aku tahu kalau ada patung Dewi Kuan Im.

Owh iya, untuk pengunjung umum tidak boleh masuk ke tempat ibadah loh, jadi aku gak berani mengambil foto orang ibadah disana. Cuam sekedar mengintip saja sih, benar-benar pemandangan yang indah, lilin-lilin yang mereka nyalakan untuk ibadah benar-benar disusun dengan rapi, sehingga memiliki daya tarik sendiri untuk menjadi sebuah hiasan rumah. Yang aku pikirkan, kok bisa rapi begitu padahal itu lilin, itu yang aku lihat gak tahu kalau aslinya itu lilin atau bukan, hehehe.

Kenjeran Park | Foto-nilawilda.com
Kenjeran Park | Foto-nilawilda.com

Sampailah aku di halam belakang tempat ibadah ini, tempatnya beneran indah. Tempat yang langsung berbatasan dengan laut ini kayak semacam lukisan. Laut yang ada dibelakang patung Naga dan Dewi Kuan Im benar-benar indah dan udara yang sejuk juga menambah susana damai di sana. Maklum lah, kita harus menghormati orang yang beribadah didalam tempat itu, jadi gak ada suara orang teriak-teriak dan bercanda, semuanya tenggelam dengan kamera dan ponselnya.

Kenjeran Park | Foto-nilawilda.com
Kenjeran Park | Foto-nilawilda.com

Jangan lupa foto dipinggir pantai, karena benar-benar memiliki hasil yang berbeda. Berbagai pose gila pun terjadi disini.

Kenjeran Park | Foto-nilawilda.com
Kenjeran Park | Foto-nilawilda.com

Ok, karena kaki sudah pegal dan jam sudah menunjukkan 16:00 jadi harus kembali ke tempat parkir dan pulang, sambil menunggu yang lain datang ke parkiran, aku berfoto denga Dosen Muda yang dulu mengajari aku pas semester satu sampai lima hehehe. Sesekali kan gak apa-apa.

Kenjeran Park | Foto-nilawilda.com
Kenjeran Park | Foto-nilawilda.com

Setelah semua peserta datang ke parkiran, kita langsung pulang. Sebenarnya sih masih pengen keliling lagi, karena masih banyak yang belum aku kunjungi. Tapi apa boleh buat, ketika waktu yang diberikan sudah habis. Jadi aku berencana nanti akan mengajak keluargaku wisata ke tempat ini dan keliling Surabaya. Untuk kendaraan sih bisalah ke sewa mobil Surabaya, tinggal hubungi saja, bisa jalan-jalan keliling Surabaya dengan mobil deh.

Seperti biasa, hanya sebuah penutup yang manis dariku. Tulislah sejarahmu dan kamu akan menjadi bagian dari sejarah. Mungkin sebagian orang akan berpikir untuk apa menulis seperti ini?, jadi alasanku adalah agar aku memiliki sejarah hidup yang bisa memberikan informasi tempat wisata yang seru. Sejauh apapun kamu pergi berwisata, jika tidak ada dokumentasinya maka kamu akan melupakan keindahan dan kegembiraan yang kamu rasakan saat itu. Sampai jumpa ditraveling berikutnya. 🙂

9 thoughts on “Kenjeran Park: Liburan Dadakan di Surabaya

    1. Kemarin kalau yang saya lihat 15k untuk motor mbak, kalau yang mobil kurang tahu, soalnya kemarin pas kesana dibayarin 🙂

  1. wah. tempat yang damai dan tenang ya. Ga terlalu banyak wisatawan juga. Dan dekat dengan pantai. Pasti suasanaya teramat syahdu. Khususnya bagi mereka yang sedang ibadah di sana.
    Aku kemarin ke Surabaya. Belum habis mengulas bangunan kota pusakanya ditemani Mba Aya. Kayanya dalam waktu dekat bakal ke Surabaya lagi. masih penasaran karena blm dapat narasumber. Semoga nanti bisa ketemu, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *